Rabu, 31 Juli 2019

Mengenali Mual Pada Anak


Pada dasarnya muntah yang terjadi pada anak adalah tanda bahwa terdapat infeksi dalam tubuh anak. Jika anak anda muntah karena infeksi, contohnya seperti influenza biasanya akan dibarengi dengan gejala lainnya, seperti demam, sakit perut, atau bahkan diare. Hal ini perlu anda perhatikan karena akan mempengaruhi dalam memilih obat mual muntah yang aman buat anak anda.

Namun, keadaan seperti ini pada anak, normalnya akan berhenti dalam waktu 6 jam hingga 24 jam. Sedangkan apabila pada anak anda mengalami muntah yang berlangsung secara terus-menerus, perlu dicurigai bahwa terjadi sesuatu yang serius dalam tubuh anak anda.

Kondisi anak anda yang muntah terus-terusan ini memberikan risiko lebih besar pada anak untuk mengalami dehidrasi, terutama jika muntah yang terjadi disertai dengan diare. Berbeda halnya jika muntah pada anak terjadi setelah makan, maka ada kemungkinan terjadi kelainan pada lambung anak anda, atau yang biasa disebut dengan gastritis.

Lain lagi jika muntah yang terjadi pada anak anda dipicu oleh keracunan makanan maka biasanya akan terjadi 1 jam hingga 8 jam setelah mengkonsumsi makanan tertentu dan didukung dengan adanya orang lain yang juga memperlihatkan keluhan yang sama setelah mengkonsumsi makanan tersebut.

Anak Perlu Dibedah saat Muntah

Muntah pada anak tidak dapat anda sepelekan, karena muntah ini bisa juga berakibat fatal hingga harus dilakukan tindakan bedah. Beberapa gejala yang menunjukkan kemungkinan melakukan bedah pada tubuh anak yang muntah antara lain jika sebelum muntah terdapat nyeri perut, kemudian saat muntah bercampur warna hijau (empedu), dan kondisi perut yang perut  membuncit.

Anak muntah dengan kondisi seperti dijelaskan tersebut, perlu sesegera mungkin anda bawa ke dokter. Jika anda belum begitu yakin, ada baiknya anda mengkonsultasikannya dengan dokter melalui https://www.guesehat.com/ untuk lebih jelasnya.

Selanjutnya, salah satu hal penting yang harus anda perhatikan adalah kemungkinan bahwa muntah juga bisa disebabkan oleh gerakan tubuh yang berlebihan seperti contohnya ketika anak berayun, berlari-lari, atau melompat-lompat, maka itu pastikan untuk selalu mengamati anak anda dimana pun mereka.

Baca selengkapnya