Senin, 05 Maret 2018

Gejala Cacar Air pada Anak dan Cara Perawatannya



Cacar air pada anak merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang bagian kulit anak. Wabah yang menyerang manusia dari zaman kejayaan mesir ini disebabkan oleh virus varicella zoster yang biasanya menyerang anak-anak. Inilah mengapa orang tua diharuskan bisa mengenali gejala cacar air pada anak supaya penanganannya bisa lebih cepat dan efektif.
Penyakit ini mulai bisa diatasi melalui program vaksin yang pertama kali dilakukan oleh Amerika Serikat setelah perang dunia kedua. Tetapi, penyakit ini masih ada dan masih berbahaya bagi anak Anda.
Gejala–Gejala Cacar Air
Data yang berasal dari penelitian oleh situs Health Research Funding menyimpulkan bahwa virus cacar air mempunyai masa inkubasi (masa diam) dalam rentang waktu 17 hari. Pada masa ini, gejala cacar air tidak tampak dengan jelas. Setelah masa inkubasi berakhir, baru muncul gejala gejala seperti demam, ruam pada kulit seluruh tubuh, rasa nyeri pada otot, sakit kepala, lemas dan mual.
Gejala ini menyebabkan kondisi anak yang mudah rewel dan ketidaknyamanan baik dari anak maupun orang tua. Terutama ruam yang mengakibatkan rasa gatal yang hebat di sekujur tubuh. Anak yang merasakan gatal ini pasti akan menggaruk ruam tersebut. Padahal, jika ruam dan bentol itu digaruk, kulit bisa mengalami peradangan, dan bentol yang pecah malah meninggalkan bekas yang sulit hilang.
Jika bentol dan ruam pada kulit dibiarkan tidak digaruk dan sering diolesi obat, bentol tersebut nantinya akan sembuh sendiri dan lepas dari kulit. Anda harus mempunyai kesabaran yang lebih dalam menyembuhkan bentol-bentol pada anak saat cacar air, karena bentol itu waktu mengeringnya tidak bersamaan.
Anda dapat mengurangi rasa gatal anak dengan mengoleskan krim penghilang rasa gatal pada kulit si kecil agar ia bisa tidur nyenyak pada masa penyembuhan.
Cara Merawat Anak yang Terkena Penyakit Cacar Air
Gejala dari penyakit cacar air pada anak ini akan mulai hilang setelah 2 atau 3 hari. Anak akan mulai merasa sehat dan beraktivitas seperti biasa. Walaupun begitu, anak masih membutuhkan istirahat selama 7 sampai 10 hari untuk membunuh sisa–sisa virus yang masih ada di tubuh si kecil.
Jika rasa gatal yang dialami anak sudah sangat parah, ajak anak untuk periksa ke dokter. Dokter akan memberikan resep obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal.
Anak yang masih sakit cacar air tidak dibolehkan untuk melaksanakan aktivitas yang berlebihan. Hal ini karena keringat dapat menyebabkan rasa gatal yang ditimbulkan oleh ruam dan bentol semakin parah. Usahakan anak untuk istirahat dan jauhkan dari sinar matahari untuk mempercepat masa penyembuhan si kecil.
Anda juga harus menjaga asupan gizi yang dikonsumsi anak setiap hari selama masa penyembuhan. Usahakan memilih minuman dan makanan dingin yang mengandung banyak vitamin C. Ini akan menambah selera makan anak sehingga regenerasi sel kulit dan imun lebih cepat pulih.
Pencegahan Penularan Cacar Air
Menurut penelitian dari situs Health Research Funding menyatakan bahwa virus penyebab cacar air pada anak merupakan virus yang tergolong lemah. Virus ini akan mati setelah 24 jam di ruang terbuka. Tetapi, anak yang kondisi tubuhnya melemah tetap akan diserang oleh virus ini.
Vaksin cacar air bisa membantu pencegahan penularan cacar air pada anak. Mencuci tangan setiap beraktifitas juga bisa membantu mencegah anak Anda terserang penyakit ini karena virus ini hanya bisa menular melalui kontak langsung.
Latih anak untuk mulai membiasakan mencuci tangan setiap selesai bermain atau melakukan sesuatu. Cara sederhana ini bantu membunuh bakteri yang ada di tangan dan melindungi dari berbagai virus. Termasuk virus cacar air tersebut.

Bagikan

Jangan lewatkan

Gejala Cacar Air pada Anak dan Cara Perawatannya
4/ 5
Oleh Nirwan Rifani

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.