Selasa, 08 November 2016

Pendidikan Di Sekolah Membutuhkan Kecerdasan Spiritual

Pendidikan merupakan cerminan kepribadian suatu bangsa, maju dan tidaknya suatu negara itu tergantung dari Sumber Daya Manusianya (SDM). Maka dari itu, negara kita melalui pemerintah tentunya mempunyai keinginan supaya rakyatnya memiliki kemampuan dan kecerdasan yang tinggi, sebagaimana yang tercantum dalam amanat UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang mengatakan bahwa Tujuan pendidikan nasional adalah “Menciptakan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Yuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.“seseorang yang belum pernah tergetar hatinya oleh ke-Agung-an ayat-ayat suci al-Qur’an dan teladan suci Nabi Muhammad SAW, tak pernah mampu menggetarkan dunia!

Untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional diatas, perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan sekarang ini dirasakan sudah cukup baik. Terbukti dengan dikeluarkannya kurikulum pendidikan yang terbaru yaitu Kurikulum 2013. Dimana kompetensi inti yang tercantum didalamya terdiri dari 4 point, yakni sikap Spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan.

Dilihat dari 4 point tersebut bisa dikatakan sistem pendidikan saat ini sudah mengutamakan sikap spiritualitas, hal ini sudah menyangkut yang namanya dengan kecerdasan spiritual (SQ).
Akan tetapi pada kenyataannya sekarang dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat mengembangkan aspek kognitif, emosional, sosial, dan akhlak sekilas terlihat tampak gagal dalam mengoptimalkan potensi anak. Karena terkadang sekolah-sekolah mematok keberhasilan seorang siswa seringkali diukur dengan hasil IQ (kecerdasan intelektual) nya saja. Seseong bisa saja dikatakan sukses dengan mempunya IQ yang tinggi tapi jika tidak imbangi dengan SQ maka hidupnya tidak akan bisa seimbang.
       
Berasarkan hasil survey statistik penilaian menyebutkan bahwa IQ ternyata tidak cukup untuk menerangkan kesuksesan seseorang. Pengkorelasian IQ dengan tingkat kinerja dalam karir, taksiran tertinggi untuk besarnya selisih IQ terhadap kinerja hnyalah sekitar 25%. Bahkan untuk anlisis yang lebih seksama yang dilakukan Amercan Psyicolocal Press (1997) angka yang lebih tepat bahkan lebih dari 10% atau bahkan hanya 4%. Hal ini berarti bahwa IQ paling sedikit tidak mampu 75%, apalagi 96% untuk menerangkan pengaruh terhadap kinerja atau keberhasilan seseorang. Sedangkan Goleman menyebutkan pengaruh IQ hanyalah 20% saja, sedangkan 80% dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti EQ dan SQ.

Contohnya saja pada bulan september lalu sangat ramai diberitakan kasus pengeroyokan guru SMK 2 Makassar oleh muridnya sampai menyebabkan tulang hidung sang guru patah dan mengalami luka pada mata karena pukulan siswanya. Yang katanya Indonesia dikenal sebagai negara yang santun dan berbudaya. Namun, di Negara ini pula bisa menyaksikan betapa tindakan yang tidak sewajarnya terjadi. Hal ini sangat mencerminkan bahwa kurangnya krisis spiritual seorang siswa. Mungkin karena kurangnya iman atau tidak dibarengi dengan sikap spiritual, sehingga bisa saja dikatakan mempunyai niat dan akhlak yang buruk.

Watak tidak bermoral yang kian marak di negeri ini, sudah saatnya siswa-siswa mengakhirinya dengan menumbuhkan prinsip-prinsip ajaran Ilahi, akal pikiran, dan moral yang dijunjung tinggi agar siswa dapat meneruskan eksistensinya sebagai generasi harapan bangsa.

Dengan demikian penulis berpendapat bahwa Ilmu Pendidikan Agama Islam pada umumnya menduduki peranan yang sangat penting karena untuk membantu dalam suatu keberhasilan dalam meraih cita-cita. Karena dengan akhlak, kejujuran, tanggung jawab, maka akan selalu dipercaya orang lain, dan akan mampu mengemban amanah-amanah yang berkaitan.Penulis juga berpendapat bahwasanya semua guru berperan penting dalam memeberikan kecerdasan spiritual, karena jika dibebankan ke guru Agama saja maka kurang efesien. Kenapa saya bilang semua guru harus memberikan kecerdasan spiritual, karena guru dituntut di kurikulum 2013 yaitu diranah KI-1 dan KI-2.

Bagikan

Jangan lewatkan

Pendidikan Di Sekolah Membutuhkan Kecerdasan Spiritual
4/ 5
Oleh Nirwan Rifani

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.