Kamis, 15 September 2016

Hunting Kuliner Tradisional dan Menginap di Hotel Nan Megah Di Kota Cirebon

Kota Cirebon semakin menggeliat dan meningkatkan potensi pariwisatanya. Dengan berkembangnya pasar batik Cirebon yang memiliki ciri khas tersendiri, membuat kota ini semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan, dengan dukungan transportasi yang efisien yaitu kereta api, membuat kota ini bisa dikunjungi pulang pergi (pp) pada hari yang sama.
Bagi pengusaha yang mengambil produknya di Cirebon, hal ini menjadi kemudahan akses bagi mereka. Tidak lagi menggunakan bus yang kerap terkena macet di sepanjang Pantura. PT KAI telah memfasilitasi kebutuhan transportasi ke Kota Cirebon dengan menyediakan jadwal di pagi hari pukul dan di malam hari sehingga lebih efisien dan tidak terjebak kemacetan akhir pekan.
Di kota ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah menuju Grage Mal yang berada di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo persis di perempatan lampu merah. Sebelum masuk ke mal, kamu bisa makan siang dulu di nasi jamblang Mang Dul yang berada di depan mal. Nasi jamblang ini sangat hits di kalangan wisatawan. Dengan tempat yang tidak terlalu besar, pengunjung harus bersabar sebelum bisa mendapatkan tempat duduk.
Photoright: klikhotel.com
Di dalam, berjajar baskom-baskom yang berisi makanan lauk pauk yang bisa kamu pilih. Mulai dari semur, ayam atau ikan goreng, telur hingga tahu tempe dengan ragam olahan. Oh ya, sesuai namanya, nasi ini dibungkus dengan daun jamblang sehingga menambah aroma nasi yang masih hangat ketika dibungkus. Sekedar informasi, ukuran satu nasi jamblang hanya sekepal tangan orang dewasa, sehingga untuk laki-laki biasanya akan mengambil dua atau tiga bungkus. 
Setelah mengambil nasi dan memilih menu, kamu harus segera menuju ke kasir untuk membayar makanan yang sudah dipilih. Jangan kuatir, harga makanan di tempat ini cukup murah sehingga dengan porsi 1 bungkus nasi, lauk paru dan sayur tahu, kamu hanya akan dikenakan Rp12.000,00. Untuk minuman, hanya tersedia teh dengan variasi dingin/hangat dan manis serta es jeruk.
Setelah perut mendapatkan haknya, makan siang yang terlalu awal, sekarang saatnya kamu ngadem di Grage Mal. Mal ini terdiri dari empat lantai yang dibangun pada tahun 1995 di lahan bekas terminal. Sebagai salah satu mal terbesar di Kota Cirebon, Grage Mal menyediakan aneka produk dari tenant-tenant ternama maupun lokal.

Photoright: ngasihtau.com

Uniknya, Grage Mal merupakan satu kesatuan dengan Grage Hotel Cirebon yang ada di sampingnya. Sehingga bagi para tamu hotel, bisa masuk ke Grage Mal melalui pintu khusus. Melalui pintu ini, kamu akan langsung menuju ke area lobby hotel yang mewah yang didominasi dengan warna merah.
Karena letaknya di pusat kota, hotel berbintang ini dikenal sebagai hotel bisnis yang menawarkan kenyamanan dengan harga yang bersahabat. Nama-nama kamar yang disematkanpun berbau kata bisnis seperti Silver Business Room, Silver Room, Silver Executive Room, Gold Room dan Platinum Room. Tidak heran hotel ini banyak digunakan oleh instansi atau kantor swasta untuk mengakomodir kebutuhan ruang pertemuan maupun penginapan. Kamar yang luas dan nyaman dengan bathtub di setiap kamar akan membuatmu lebih rileks dan membuang lelah setelah seharian beraktivitas.

Photoright: bisnishotel.com

Walaupun hotel bisnis, namun desain hotel ini sejenis dengan hotel butik yang memiliki sentuhan artistik pada interior dan furnitur yang tertata apik. Kolam renang outdoor yang luas di depan hotel bisa memenuhi hasrat renangmu. Juga layanan pijat dan spa tradisional oleh tangan terampil akan mengembalikan kebugaran tubuhmu.
Untuk makan malam, kamu bisa menikmati empal gentong yang juga sudah legendaris dan menjadi ikon kota ini. Empal Gentong H. Apud yang berada di Jl. Ir. H. Juanda, hanya berjarak 13 menit perjalanan dari Grage Hotel. Lokasinya yang berada di pinggir jalan memang agak menyulitkan untuk tempat parkir. Terlebih jalur kendaraan yang hanya dua jalur menjadikan jalan ini selalu padat. Kamu bisa memesan hotel ini dengan cara online melalui beberapa situs seperti Traveloka.

Photoright: explorewithdeltanne.blogspot.com

Nikmati gurihnya santan kuning dengan daging sapi atau kambing dipadu dengan nasi atau lontong. Tambahkan sambal dan acar untuk memperkuat citarasanya. Juga tersedia empal asem yang bening dengan irisan tomat, daun bawang dan belimbing sayur yang membuat masakan ini terasa segar.
Kuliner khas yang lezat dan tempat menginap yang nyaman akan membuat wisatamu di Kota Cirebon menjadi lebih berkesan.

Bagikan

Jangan lewatkan

Hunting Kuliner Tradisional dan Menginap di Hotel Nan Megah Di Kota Cirebon
4/ 5
Oleh Nirwan Rifani

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.